See mongtuh.com in English with GOOGLE TRANSLATE

welcome to /] RUMOH MONGTUH [\ Mongtuh.Com & Mongtuh.Net
Waroeng Amateur Teknologi Kerepotan

Home arrow Artikel Umum arrow Pengalaman Pertama Bike To Work
Pengalaman Pertama Bike To Work PDF Print E-mail
 
Views 10378    

Bike To Work

Seperti biasanya dibulan ramadhan ini, setelah sahur dan shalat subuh jam 4.30 aku tidur lagi. Tapi jadi susah tidur,... karna sebentar lagi jam 5.00 alarm di HPku akan membangunkanku untuk ---> Bike to Work pertamaku.
Jadi ingat hari pertama kesekolah. BTW, dulu waktu SMP aku seorang Bike To School... Jam 5 teng, mandi, berpakai ala B2Wer, baca doa .. GO.....

Rasanya segar sekali menghirup udara pagi, tetangga masih belum ada yang keliatan. Lampu jalanan yang jatuh diaspal, kalah terang dengan lampu sepedaku. Sayup terdengar suara bayi menangis dan ceboran air. Pak satpam yang duduk didepan pos, terheran dan menyapaku ramah
Senyumannya sangat kontras dengan matanya, bibir hurup "u" mata hurup "n"
Wah... ternyata bike to work tidak seberat naik sepeda keliling kota sore-2 ya...

Tapi apa yang terjadi,..
tiba - tiba pada  tanjakan pertama.....
Tanjakan tanpa lampu jalanan, hanya ada lampu sepedaku dan lampu motor dikejauhan
Datang sebuah ni..at.... ????!!!!! (baca : niat)
Kalau saja aku tinggal dirumah sendirian, pasti ga akan malu balik arah pulang lagi

Gak nyangka jam segini jalan utama sudah penuh dengan angkot, motor, mobil dan semuanya ngebut
mau kemana ya mereka, tolong dong hargain para B2Wer kayak aku ini
Ngomong-2 kemana ya para B2Wer lainnya, apa karna puasa pada ga ada yang keliatan

lubang - lubang ...
tanjakan  demi tanjakan...
tersalip angkot ...
aku lewatin satu persatu semua rintangan dengan keringat bercucuran dan kaki kesemutan

Pengalaman yang paling indah ialah :.... JALAN MENURUN
Diantara penderitaan saat tanjakan, aku mencoba menemukan rumus-2 baru,..+++

Teori baru, setiap tanjakan setelahnya pasti turunan

Jurus baru juga aku temukan, untuk mempercepat laju saat turunan tanpa harus mendayung
gini caranya...
Posisi Berdiri disepeda, jangan duduk
Kaki kiri lurus sejajar dengan batang sadel
condongkan badan sedikit kedepan, batas diujung sadel
badan tetap lurus berdiri
tetap pertahankan tempelan paha pada ujung sadel
dorong stang kedepan dengan tangan, sehingga badan terdorong kebelakang
agar tetap setabil dorongan jangan melebih tempelan paha pada ujung belakang sadel
Lakukan di setiap turunan, selain mengasikkan, sepeda juga dapat melaju dengan cepat tanpa harus mendayung

Biasanya orang-2 kalau dikarir atau bisnis yang dikejar itu menanjak, dan maunya tidak berakhir
Disepeda kebalikannya, percayalah. Menanjak maunya cepat berakhir
menurun kalau bisa jangan pernah berakhir, hehe.....

2/3 perjalanan, aku mikir lagi
kayaknya lebih enak sambil ngedayung ngedengerin Steven n Coconut Trees
aku minggir sebentar,..........
music..go... ride my bike......

Dooping untuk B2wer, gunakan music
Jadi Music memang bukan cuma :...
- bisa bikin hilang lapar
- bikin jatuh cinta
- bisa bikin nafsu
- arena tinju saat konser
- obat yang paling manjur saat stress

45 menit kemudian (total waktu home to work) akhirnya aku sampai dikantor
parkir sepeda, buka helm, langsung jalan menuju mesin absen
jalanku tegak,... tegak sekali, bukan bangga lo
tapi memang jadi begini, barangkali akibat otot-2 yang baru dipaksain kerja berat

yah beginilah apresiasi ku untuk mendukung para Bike To Work sejati "Tukang beca???"
Bukan, maksudku untuk pecinta lingkungan bersih dan hemat bahan bakar

Note :
- Karna dalih bulan puasa, sepedaku ku kayuh kerumah kembali besok harinya

- Filosofi mendayung :
1. Berputar memang tidak ada ujung awal dan akhir, tapi hasil dorongnya menghasilkan titik awal dan titik akhir dijalanan
2. Menanjak menuju puncak, untuk menikmati hasilnya saat menurun, jadi jangan berhenti ditanjakan, mending balik arah biar dapat turunan
 

Favoured (66)

Users' Comments ()

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
      home         aboutus        contact