See mongtuh.com in English with GOOGLE TRANSLATE

welcome to /] RUMOH MONGTUH [\ Mongtuh.Com & Mongtuh.Net
Waroeng Amateur Teknologi Kerepotan

Home arrow Artikel Umum arrow Selalu Ada Tempat
Selalu Ada Tempat PDF Print E-mail
 
Views 1301    

Detective Monk : Selalu Ada Tempat Buat Semua Orang

Orang mengira aku gilakarena aku selalu khawatir sepanjang waktuSeandainya rasa waspada ada pada dirimukamu juga akan khawatir seperti akuDan sebaiknya berhati-hatilah kamuatau dunia yang sangat kita cintai ini

diam-diam akan  membunuhmu.

People think I’m crazy

‘cause I worry all the timeIf you paid attention you’d be worried, too.You better pay attention

Or this world we love so much

might just kill you Orang mengira aku gilakarena aku selalu khawatir sepanjang waktuSeandainya rasa waspada ada pada dirimukamu juga akan khawatir seperti akuDan sebaiknya berhati-hatilah kamuatau dunia yang sangat kita cintai inidiam-diam akan  membunuhmu        ^_^ Lirik diatas adalah petikan soundtrack Film Seri Detektif Monk. Serial ini  menceritakan kehidupan seorang detektif jenius yang selalu berhasil memecahkan kasus-kasus rumit yang dihadapinya.  Nama lengkapnya Adrian Monk. Bekas detektif polisi brilian yang juga merangkap menjadi dosen di akademi polisi. Namun satu kasus kejahatan yang merenggut nyawa istrinya membuatnya shock – dan merubah Monk menjadi pengidap sejenis kelainan jiwa yang disebut obsessive – compulsive.  Kini Monk menjadi seorang yang sering melakukan sesuatu berulang-ulang, mengidap kegilaan pada keteraturan, dan juga terobsesi dengan kesimetrisan.  Memilih adalah sebuah perjuangan berat baginya. Meskipun hanya sekedar memilih pensil warna biru atau hitam. Monk juga memiliki merek tertentu untuk air minum dalam kemasan, dan tidak mau minum merek lain walaupun sebenarnya isinya sama-sama air putih. Bila melihat sesuatu diletakkan tidak simetris dia ingin membuatnya menjadi simetris.  Juga bila melihat keganjilan, misalnya melihat orang mengenakan kemeja dengan krah terlipat dia akan segera membetulkannya tanpa menghiraukan “kekagetan” orang yang memakainya. Monk juga gila sanitasi. Dia selalu meminta tisue antiseptik pada Sharona untuk menyeka tangannya sehabis berjabat tangan dengan orang lain. Walaupun demikian, Monk dengan segala kelainan jiwanya tidak serta merta tersingkir dari dunia luar. Dia bahkan menjadi detektif langganan polisi San Fransisco. Terutama untuk memecahkan kasus-kasus rumit yang membutuhkan analisa yang tajam.  Dari pekerjaan itulah Monk mendapat penghasilan, sekaligus membayar asisten yang merangkap menjadi sopir pribadi sekaligus “baby sitter” bagi dirinya. Kepolisian-pun sangat terbantu dengan keberhasilan Monk memecahkan kasus-kasus kejahatan yang terjadi di San Fransisco.  ^_^ Sekilas orang bisa mengira Monk akan tersingkir dari dunia kerja karena perilakunya yang aneh. Namun pada kenyataannya dia berhasil mendapatkan pekerjaan, bahkan sangat dibutuhkan oleh kepolisian kota.  Setiap orang punya tempat dalam bumi yang bulat  ini. Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda dan semua memiliki tempat di dalam masyarakat. Tentunya hal ini tidak berlaku bagi orang-orang yang “kelainannya” menyimpang dari ajaran-ajaran moral, seperti tukang mencuri atau berjudi. Orang bodoh, orang pintar, orang cekatan, pemberani, pelupa, hati-hati semua memiliki kursi masing-masing. Mungkin perbedaannya adalah kecepatan dalam meraih sesuatu.  Seorang yang cerdas dan cekatan akan menyelesaikan masalahnya lebih cepat daripada seorang kurang cerdas dan agak lamban. Namun keduanya mampu menyelesaikan masalahnya – hanya beda waktunya saja.  Demikian juga dengan keberanian untuk melakukan sesuatu. Seorang anak pemberani akan berani pergi ke kamar mandi sendiri pada umur 4 tahun. Seorang anak yang lebih penakut mungkin baru pada umur 10 tahun berani melakukannya.  Seorang mahasiswa yang kreatif dan pemberani mungkin akan merintis bekerja pada saat masih kuliah, sementara yang lain mungkin baru beberapa bulan setelah lulus mulai bekerja. Namun pada akhirnya keduanya akan sama-sama bekerja dan berkontribusi pada masyarakat.  Jadi walaupun pada akhirnya orang akan meraih sesuatu yang serupa, setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda-beda untuk mendapatkannya (Nailul 02 Sept. 2006).    


| Rumoh MONGTUH - IT SOLUTION | mongtuh.com
Favoured (62)

Users' Comments ()

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
      home         aboutus        contact