See mongtuh.com in English with GOOGLE TRANSLATE

welcome to /] RUMOH MONGTUH [\ Mongtuh.Com & Mongtuh.Net
Waroeng Amateur Teknologi Kerepotan

Home arrow Artikel Umum arrow Ilmu Kompatiologi
Ilmu Kompatiologi PDF Print E-mail
 
Views 2246    

Deklarasi Ilmu Baru Kompatiologi  

Pada tanggal 20 Juli 2006, penemu logika dan praxis Komunikasi Empati, Vincent Liong, dalam artikel Mukadimah mengumumkan berdirinya ilmu baru Kompatiologi.

Kompatiologi tegas-tegas menolak dikategorikan sebagai ranting dari Ilmu Komunikasi maupun ranting dari Ilmu Biologi atau Ilmu Psikologi. Dalam diskusi lepas dengan pakar sosiologi Dr. Hubertus Ubur, seorang dosen Sosiologi pada Unika Atmajaya dan Gunadharma, terungkapkan fakta bahwa semua cabang Ilmu Pengetahuan secara organik dan sosiologis dimulai dengan dan dari suatu Konsep yang secara evolusioner barulah kemudian dikembangkan dan diperkaya dengan berjalannya waktu oleh tokoh yang berbeda-beda secara piramidal. Tidak ada cabang Ilmu Pengetahuan yang begitu timbul telah terbentuk secara sempurna dan sekali jadi. Metodik dan sistematika –bahkan Nama resmi dari suatu ilmu baru selalu dikembangkan lebih hilir dalam kontinuum waktu perjalanan eksistensinya. Zaman dan kondisi telah berubah total dan segalanya menjadi semakin instant sehingga tidak ada salahnya justru dilakukan hal yang justru sebaliknya yaitu memberi nama baru kepada Komunikasi Empati ini sebagai Ilmu Kompatiologi. Sifatnya yang dominan praxis membuat Ilmu Kompatiologi dengan nama ataupun tanpa nama, walau dengan nama apapun ilmu Kompatiologi telah terbukti dapat dikuasai dan telah diterapkan secara individual ke dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan bidang profesi di dalam masyarakat seperti kedokteran umum, kedokteran hewan, kedokteran gigi, salesmanship, dsb.

Pada abad ke 15 misalnya belum ada yang namanya ilmu Sosiologi, ilmu Anthropologi, ilmu Manajemen, ilmu Psikologi apalagi Ilmu Teknik Informasi dan Telematika. Tetapi ilmu-ilmu seperti ilmu Filsafat, ilmu Hukum, ilmu Kedokteran relatif lebih tua dan sudah terbentuk sejak abad-abad pertama tarikh Masehi. Ilmu filsafat sendiri, menurut Dr. Hubertus Ubur pada awalnya sama sekali bukan ilmu melainkan melulu rumusan hasil refleksi tentang hakekat zat dan tentang apa itu makna kebenaran. Orang mengamati fenomen atau gejala alam seperti api, air, angin dan ingin mencoba memahami dan merumuskan hakekatnya. Semestinya hal-hal seperti itu termasuk Ilmu Fisika namun pada awal mulanya semua ilmu berpangkal pada Ilmu Filsafat, karena semua ilmu selalu bersifat mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti the “WHAT” dan “WHY” serta kemudian diikuti ‘HOW”. Kata filsafat itu sendiri berasal dari dua kata bahasa Yunani yaitu ‘philia’ dan ‘sophia’, yang masing-masing berarti ‘cinta’ dan ‘kebenaran’, sehingga filsafat ialah ilmu yang mencintai kebenaran - tetapi mana ada ilmu pengetahuan formal yang membenci kebenaran? Filsafat juga tidak dibangun oleh satu orang karena selain nama Socrates yang kerap disebut-sebut dan dianggap bapak Ilmu Filsafat karena dipaksa minum racun akibat penemuan barunya itu, kita juga mengenal nama-nama seperti Plato, Stoa, Euclides dsb. misalnya.

Ilmu Theologia juga baru timbul setelah orang-orang dari pelbagai zaman mempelajari ajaran-ajaran agama yang diturunkan ke dunia ini dari sudut pandangan tertentu yang serba theo-sentris. Dan pada gilirannya ilmu Moral baru terbentuk kemudian mengikuti ilmu Theologia.

Bila kebanyakan ilmu pengetahuan memerlukan waktu yang sangat panjang dan lama untuk perumusan dan pengembangannya, maka Kompatiologi akan memerlukan waktu yang relatif lebih pendek karena didukung oleh mereka yang pakar dalam bidang-bidang penerapannya masing-masing. Kompatiologi pada hakekatnya bukan ilmu teori umum melainkan lebih bersifat ilmu terapan secara praxiologis. Maka dari itu kompatiologi secara langsung serta merta telah dapat diterapkan ke dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, namun para pakar dari ilmu pengetahuan yang bersangkutanlah yang akan berkontribusi untuk mengembangkan Ilmu Kompatiologi itu sendiri. Misalnya, Cornelia Istiani, M.Si. seorang strata dua Ilmu Psikometri bertugas merumuskan dasar-dasar psikometrik daripada ilmu Kompatiologi.

Apakah deklarasi ini terlalu dini, terlalu ambisius dan terlalu bombastis? Bukanlah tugas penemu ilmu Kompatiologi itu sendiri untuk menjawabnya. Justru para pemerhati, peminat dan partisipan dalam ilmu Kompatiologi, mereka itulah yang akan melaksanakan tugas-tugas sekunder seperti itu.

Hal ini dapat dipermudah dan dipercepat - menurut Dr. Hubertus Ubur yang pakar mengenai sejarah perkembangan ilmu pengetahuan disorot dari ilmu Sosiologi. Dasar-dasar teoretik, metodik serta metode pengembangan dari ilmu Kompatiologi sedang disusun dalam waktu yang tidak terlalu lama mengingat dasar-dasar ilmu Kompatiologi itu sendiri baru dirumuskan tiga bulan sejak medio April 2006 yang lalu. Dengan atmosfir yang sangat kondusif dan terbuka karena arus deras globalisasi dan luasnya cakupan teknik-teknik telekomunikasi dan sibernetika maka garis waktu dapat “dilipat” menjadi sangat pendek. Sama seperti dua titik terminal suatu garis lurus yang digambarkan pada selembar kertas dapat dipertemukan dengan cara melipat kertas tersebut dan menempatkan kedua titik terminal itu pada satu posisi yang sama.

Pada hari Jum’at, 21 Juli 2006, telah diadakan presentasi dan diskusi kelompok di ruang rapat Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumangara dengan para dokter dosen - antar generasi - membahas selama tiga jam penuh tentang kemungkinan aplikasi ilmu Kompatiologi ke dalam sistem pendidikan Ilmu Kedokteran. Walaupun terlalu pagi untuk menerapkan ilmu ini dalam skala umum dan menyeluruh namun hampir semua partisipan menganggap –setidak-tidaknya tidaklah menolak bahwa ilmu Kompatiologi sebagai sesuatu yang baru, unik dan menarik, yang mungkin memang sesuatu yang selama ini sedang dicari-cari untuk turut menyempurnakan kurikulum Fakultas Kedokteran. Hal ini justru karena praktek komunikasi yang empatik sudah merupakan suatu “conditio sine qua non” bagi para praktisi zaman sekarang yang benar-benar menginginkan terbentuknya suatu relasi interpersonal yang mampu menghasilkan output yang mutual dan maksimal.


Ditulis oleh: Drs. Juswan Setyawan < This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it >




| Rumoh MONGTUH - IT SOLUTION | mongtuh.com
Favoured (74)

Users' Comments ()

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
      home         aboutus        contact