| Views |
370  |
|

| BIOS (Basic Input and Output System) adalah sebuah firmware yang tersimpan didalam EEPROM. Bios ada bermacam - macam, tetapi secara garis besar perbedaan hanya pada susunan menu saja, selebihnya sebagian besarmemiliki kesamaan fungsi. Dalam optimalisasi BIOS hanya ada tiga pilihan secara garis besar : - Membuat sistem tercepat
- Mengutamakan kestabilan, atau
- Gabungan dari keduanya
|
Cara Optimalisasi BIOS : - CPU Frequency : samakan setting BIOS dengan spesifikasi processor termasuk nilai clock dan multiplier
- DRAM Timing Selectable : setting dilakukan dengan menyesuaikan terhadap spesifikasi dari DRAM (Memory) yaitu untuk CAS Latency Time, Act to Precharge Delay, DRAM RAS to CAS Delay, DRAM RAS Precharge
- Cool n'Quiet : ini biasanya terdapat pada AMD Support
- HyperTransport : sama ini juga hanya ada pada AMD, sesuaikan dengan faktor pengali bus processor
- Hyper-Threading : ini untuk Intel Inside, aktifkan saja jika processor anda sudah mendukung
- CPU Thermal-Throtling : mengaktifkan ini untuk menghindari over heating processor
- VGA Tuning : coba untuk meningkatkan frequency ke 100MHz misalnya, kemudian ada juga pilihan Fast/ Faster untuk PEG Link Mode dan tentukan nilai RAM papa AGP Aperture Size
- Quick Boot : matikan fungsi floppy disk, dan matikan fungsi RAID serta SATA Controller
Trouble Shooting BIOS (jika salah setting dan mengakibatkan PC Hang) : - Masuk Bios dan pilih Load System Default atau Load Fail-Safe Default
- Atau untuk beberapa motherboard menyediakan menu untuk Recall atau Reloaded saat terjadi masalah
- Clear CMOS, ini langkah terakhir yaitu dengan cara melakukan jumper secara hardware, bisa juga dengan cara mencabut batre untuk beberapa saat
Note :
- semua setting diatas belum tentu sama dalam penamaan dan menu pada setiap BIOS, baiknya lihat terlebih dahulu Buku Manual Hardware BIOS dan perangkat lain yang mendukung
|